Tidak seperti minuman beralkohol yang memberikan manfaat apabila diminum dalam jumlah yang tepat, merokok tidak ada manfaatnya sama sekali, sekalipun merokok dalam jumlah sedikit. Bahkan asap rokok yang muncul dari sebatang rokok bisa meracuni orang orang di sekitar perokok tersebut. Dengan kata lain, perokok pasif pun bisa terkena dampak yang merugikan dari perokok aktif. Walaupun merokok merugikan kesehatan dilihat dari sudut pandang manapun dan mempunyai efek yang lebih buruk dari pada alcohol, tidak ada satu negara pun di dunia yang memberlakukan larangan merokok yang tegas. Hal ini disebabkan besarnya pajak rokok yang dibebankan konsumen rokok dan banyaknya orang yang membeli rokok dengan berbagai macam merek sehingga memberikan pemasukan yang sangat besar terhadap pemerintah sebuah negara.

Inilah fakta yang mengerikan dari kebiasaan merokok. Separuh dari perokok dipastikan akan meninggal dunia oleh penyakit penyakit yang diakibatkan rokok. Diperkirakan setiap 6 detik ada seorang yang meninggal karena rokok. Tiap tahun hampir 6 juta orang mati karena pengaruh rokok dan dari antara jumlah ini sekitar 600 ribu orang mati akibat dampak dari perokok di sekitarnya. Diperkirakan pada tahun 2030 jumlah kematian akibat rokok akan meningkat menjadi 8 juta per tahun kecuali tindakan drastis dilakukan para pemerintah di semua negara di dunia.

Jumlah perokok di seluruh dunia adalah sekitar 1,1 miliar orang. Secara global jumlah perokok di seluruh dunia terus mengalami peningkatan. Di negara maju jumlah perokok terus menurun kecuali di Jepang dan Cina yang jumlah perokok cenderung meningkat, sementara di negara berkembang dan negara dunia ke tiga jumlah perokok terus meningkat 3,4 persen per tahun. Sesuatu yang drastis harus segera dilakukan oleh semua pihak. Penghasilan dari pajak rokok yang diterima pemerintah memang besar dan uang yang diterima pemerintah dari distributor dan pabrik pembuat obat dan juga dari rumah rumah sakit tentunya juga amat besar, mengingat perokok yang sakit pasti membutuhkan obat dan perawatan di rumah sakit. Tetapi bagaimanapun juga penghasilan dari pajak, obat dan rumah sakit itu tidak akan sebanding dengan rusak dan sakitnya generasi produktif maupun non-produktif yang pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Recent Articles